Kedua: Bertakwa kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman: وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ “Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS. Ali ‘Imran: 120) Ketiga: Meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatan orang yang hasad. Yakni dgn: "قُلْ (هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِى وَتُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ ‘Bacalah: surah Al-Ikhlas, lalu surah al-mu’awwidzatain (surah Al-Falaq dan An-Naas) ketika petang dan pagi sebanyak tiga kali, maka itu akan mencukupimu dari segala sesuatu.’” (HR. Tirmidzi, no. 3575. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Keempat: Jangan beritahu orang yang hasad tentang nikmatmu. Ambillah pelajaran dari apa yang dikatakan oleh Nabi Ya’qub pada Nabi Yusuf ‘alaihimas sa...
فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ "Maka Berlomba-lombalah Kamu dalam Hal Kebaikan"