Langsung ke konten utama

Larangan Berbuat Dzolim


 

Allah ﷻ berfirman;

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ

“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Maidah : 8)

Dalam sebuah hadits qudsi di sebutkan;

عَنْ أَبِي ذَرٍّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِيمَا رَوَى عَنِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَّهُ قَالَ: يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا

Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, dari Rasulullah ﷺ tentang apa yang Rasulullah riwayatkan dari Allah ﷻ bahwasanya Allah berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku mengharamkan kezaliman di antara kalian semua, maka janganlah kalian saling menzalimi.” 

Dzolim di haramkan secara mutlak apapun bentuknya tak terkecuali dalam bentuk yg sangat kecil sekalipun. Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda: 

مَنْ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِينِهِ فَقَدْ أَوْجَبَ اللهُ لَهُ النَّارَ وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ. فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيرًا يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: وَإِنْ قَضِيبًا مِنْ أَرَاكٍ.

“Barang siapa yang merampas hak seorang muslim dengan sumpahnya (bersumpah dengan kebohongan), maka Allah telah mengharuskannya masuk ke neraka Jahanam dan Allah akan haramkan baginya surga.” Tiba-tiba ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah: “(Ya Rasulullah) meskipun yang dia ambil tersebut hanya perkara yang sedikit (kecil)?” Kata Rasulullah ﷺ, “Ya, meskipun yang ia rampas dari saudaranya itu hanyalah sepotong kayu siwak.”

Bentuk kedzoliman 

Terbagi menjadi dua menurut sebagian ulama; 

A. Dzolim terhadap diri sendiri; yaitu dgn melakukan perbuatan tercela dan berdosa. Dan dzolim terbesar terhadap diri sendiri adalah kesyirikan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata'ala

إنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٌ۬

“Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang sangat besar.” (QS. Luqman: 13)

B. Dzolim terhadap orang lain; bentuk kedzoliman inilah yg tertera pada hadits di atas. 

Ancaman bagi pelaku kedzoliman

Salah satu ancamannya adalalah; Seorang sahabat Abu Mas’ud radhiallahu ‘anhu pernah menceritakan,

كُنت أَضْرِب غُلَامًا لِي فَسَمِعْتُ مِنْ خَلْفِي صَوْتًا، اعْلَمْ أَبَا مَسْعُودٍ لَلَّهُ أَقْدَرُ عَلَيْكَ مْنَك عَلَيْه. فالتفتُّ فَإِذَا هُوَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ فَهُوَ حُرٌّ لِوَجْهِ اللَّهِ. فَقَالَ: أما إن لَوْ لَمْ تَفْعَلْ لمَسَّتْكَ النَّارُ.

“Aku pernah memukul seorang budak milikku. Tiba-tiba aku mendengar suara dari belakang, ‘Wahai Abu Mas’ud, ketahuilah Allah lebih mampu terhadapmu daripada dirimu terhadap budakmu.’ Aku pun berbalik ke arah suara tersebut. Ternyata yang menegur adalah Rasulullah. Kemudian aku berkata, ‘Ya Rasulullah, aku bebaskan budak ini karena Allah.’ Rasulullah berkata, ‘Seandainya engkau tidak membebaskan budakmu, kau akan disentuh dengan api neraka Jahanam.’”

Soo, buat kamu yg punya jabatan entah itu jabatan tinggi ataupun rendah agar berhati-hati jangan sampai terjatuh dlm kedzoliman, ingat setiap perbuatan baik ataupun buruk, kecil ataupun besar akan dibalas setimpal oleh Allah SWT pada hari qiyamat kelak. 

---------

Contact us: habibadsh6@gmail.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjelasan Tentang Hadits Niat : Sesungguhnya Setiap Amalan itu Tergantung pada Niatnya

Alhamdulillah, sholawat serta salam semoga selalu tersampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dan juga kepada keluarga beliau, para sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in dan kepada orang-orang yg mengikuti beliau hingga hari akhir kelak. Aminn. pada kali ini penulis akan mensyarah (menjelaskan) beberapa hal terkait hadits niat ini, semoga penulis di berikan keikhlasan dalam risalah ini dan berfaidah karenanya. Aminn Al-hadits عَنْ أَمِيرِ المُؤمِنينَ أَبي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضيَ اللهُ تعالى عنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله تعالى عليه وعلى آله وسلم يَقُولُ: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوله فَهِجْرَتُهُ إلى اللهِ وَرَسُوله، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَو امْرأَة يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلى مَا هَاجَرَ إِلَيْه "Dari Amirul Mu'minin Abu Hafs Umar Ibn ...

Faidah Arbain Pertama: Implikasi Mendalam Hadits 'Setiap Amalan Tergantung pada Niatnya'

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907 Faidah hadits 1. Seseorang akan menerima balasan amalnya sesuai dgn apa yg ia niatkan, jika niatnya ikhlas maka allah akan membalasnya dgn pahala dan jika niatnya tdk utk allah dan rasulnya maka ia tak mendapatkan apa-ap...

Solidaritas dan Keindahan Ikatan Saudara dalam Islam: Sebuah Eksplorasi Mendalam

Indahnya ikatan saudara dalam Islam, hal ini telah lama di contohkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya bagaimana mereka merajut ikatan persaudaraan ini dgn begitu apik dan eloknya, kemudian merawatnya agar tetap terjalin, tak kan putus. Begitu banyak hadits berupa praktek dan perkataan dari Rasulullah mengenai persaudaraan ini yg kemudian di jadikan contoh panutan oleh para sahabat dan ummatnya. Rasulullah memberikan contoh terbaik dalam hal ini 1. Sahabat Abdullah bin Umar radliyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ القِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ القِيَامَةِ Seorang muslim adalah saudara bagi  muslim lainnya. Janganlah mendzalimi dan menyerahkannya (kepada musuh). Baran...