Langsung ke konten utama

Solidaritas dan Keindahan Ikatan Saudara dalam Islam: Sebuah Eksplorasi Mendalam



Indahnya ikatan saudara dalam Islam, hal ini telah lama di contohkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya bagaimana mereka merajut ikatan persaudaraan ini dgn begitu apik dan eloknya, kemudian merawatnya agar tetap terjalin, tak kan putus. Begitu banyak hadits berupa praktek dan perkataan dari Rasulullah mengenai persaudaraan ini yg kemudian di jadikan contoh panutan oleh para sahabat dan ummatnya.

Rasulullah memberikan contoh terbaik dalam hal ini

1. Sahabat Abdullah bin Umar radliyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ القِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ القِيَامَةِ

Seorang muslim adalah saudara bagi  muslim lainnya. Janganlah mendzalimi dan menyerahkannya (kepada musuh). Barangsiapa menunaikan keperluan saudaranya, maka Allah pasti menunaikan keperluannya.

Barangsiapa memudahkan satu kesulitan dari seorang muslim, Allah pasti memudahkan kesulitan-kesulitan hari kiamat untuknya. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, Allah pasti akan menutupi aibnya di hari Kiamat. [Muttafaqun alaih]

2. Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ، أَوْ يُنْسَأَ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa senang untuk diluaskan pada rezekinya atau dipanjangkan pada umurnya, hendaklah dia menyambung tali silaturahimnya.” [Hr. Bukhari dan Muslim]

3. Dan juga dalam sebuah hadits

وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Dan Allah itu menolong seorang hamba selagi hamba itu menolong saudaranya.” [Hr. Muslim]

Hadits ini menjelaskan bahwa Allah akan menolong hambanya selama hamba tersebut mau menolong saudaranya (seiman)

Jenis-jenis ikatan persaudaraan

Ikatan persaudaraan itu tak melulu hanya dalam ikatan d arah atau nasab melainkan,
Berikut beberapa jenis ikatan persaudaraan;

1. Bersaudara karena senasab semisal; Sepupu, paman, Dsb.
2. Bersaudara karena sedarah semisal; Kakak, adik.
3. Bersaudara karena dekatnya jarak semisal; tetangga, dsb.
4. Bersaudara karena satu suku, bangsa dan negara.
5. Bersaudara karena seagama, seiman.

Persaudaraan karena seiman jauh lebih di dahulukan daripada jenis persaudaraan lainnya. Loh, kenapa bisa gitu? bukankah persaudaraan karena sedarah dan senasab jauh lebih utama karena merekalah orang yang paling dekat dengan kita sedari lahir. Eitss, jgn salah persepsi guys, kamu udah tau belum kisah salah seorang sahabat nabi yang bernama abu ubaidah ibn al-jarrah yg membunuh ayahnya sendiri di sebabkan ayahnya menolak Islam dan berperang di barisan kaum musyrikin? Kalau belum tau kisahnya, kamu bisa browsing di google mengenai kisah beliau yg satu ini kisah beliau begitu populer

Kesimpulannya adalah, persaudaraan karena sedarah memang sangat di utamakan tapi hal itu di bawah keutamaan persaudaraan karena seagama. Persaudaraan karena sedarah akan diabaikan jika bertolak belakang atau berlawanan dgn persaudaraan karena seagama, nabi shalallahu alaihi wasallam sdh memberikan contoh bagaimana beliau memerangi pamannya abu lahab karena menolak Islam.

Alhamdulillah bini'matihi tatimmus sholihat 

---------

Contact us: habibadsh6@gmail.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjelasan Tentang Hadits Niat : Sesungguhnya Setiap Amalan itu Tergantung pada Niatnya

Alhamdulillah, sholawat serta salam semoga selalu tersampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dan juga kepada keluarga beliau, para sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in dan kepada orang-orang yg mengikuti beliau hingga hari akhir kelak. Aminn. pada kali ini penulis akan mensyarah (menjelaskan) beberapa hal terkait hadits niat ini, semoga penulis di berikan keikhlasan dalam risalah ini dan berfaidah karenanya. Aminn Al-hadits عَنْ أَمِيرِ المُؤمِنينَ أَبي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضيَ اللهُ تعالى عنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله تعالى عليه وعلى آله وسلم يَقُولُ: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوله فَهِجْرَتُهُ إلى اللهِ وَرَسُوله، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَو امْرأَة يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلى مَا هَاجَرَ إِلَيْه "Dari Amirul Mu'minin Abu Hafs Umar Ibn ...

Pembahasan Tentang Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan dan Keutamaannya

Assalamualaikum guyss, gimana nih puasanya sejauh ini semoga tetap lancar dan utuh ya hingga akhir. Tak terasa udah mau di penghujung ramadhan aja, sedih rasanya ramadhan kali ini terasa cepat dibanding tahun sebelumya. kita berdo'a semoga kita dipertemukan dgn ramadhan tahun depan lagi, Aminnn. Alhamdulillah, kita berada di akhir ramadhan tepatnya di sepuluh hari terakhirnya. kali ini kita akan membahas tentang serba-serbi sepuluh hari terakhir bulan ramadhan mulai dari : 1. Amalan-amalan penting di 10 hari terakhir bulan ramadhan.  2. keutamaan 10 hari terakhir bulan ramadhan.  3. DLL.  Tentunya dua pembahasan di atas adalah pembahasan yg harus kamu tahu biar tak ketinggalan ilmunya, baca sampai habis yaa. Baca juga: indahnya ikatan saudara dalam islam. Amalan-amalan penting di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan Berikut adalah amalan-amalan yg wajib kamu amalkan di sepuluh hari terakhir ini agar sepuluh hari terakhir ini menjadi berkualitas :  A. Lebih mempe...

Membahas Dzikir: Kewajiban dan Kelebihannya dalam Islam

Allah SWT berfirman; يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوْا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا ۙ "Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (namanya) sebanyak-banyaknya." Allah SWT juga berfirman;  فِيْ بُيُوْتٍ اَذِنَ اللّٰهُ اَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهٗ ۙ يُسَبِّحُ لَهٗ فِيْهَا بِا لْغُدُوِّ وَا لْاٰ صَا لِ ۙ  Artinya: "Bertasbilah kepada Allah di masjid-masjid yang di perintahkan untuk di muliakan, dan disebut namanya di dalamnya, pada waktu pagi dan petang."  Allah SWT juga berfirman;  وَمِنَ الَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَاِ دْبَا رَ النُّجُوْمِ Artinya: "Dan pada sebagian malam bertasbihlah kepadanya dan (juga) pada waktu terbenamnya bintang-bintang (pada waktu fajar)." Dalam sebuah hadits;  عن عبد الله بن بسر لما قال: يا رسول الله، علمني بابًا أتشبث به؛ فإنَّ شرائع الإسلام قد كثرت عليَّ، قال: لا يزال لسانك رطبًا من ذكر الله.  Abdullah Bin Busr meriwayatkan bahwa salah satu sahabat Nabi berkata, "Ya R...