Langsung ke konten utama

Pembahasan Tentang Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan dan Keutamaannya

Pembahasan tentang sepuluh hari terakhir bulan dan keutamannya

Assalamualaikum guyss, gimana nih puasanya sejauh ini semoga tetap lancar dan utuh ya hingga akhir. Tak terasa udah mau di penghujung ramadhan aja, sedih rasanya ramadhan kali ini terasa cepat dibanding tahun sebelumya. kita berdo'a semoga kita dipertemukan dgn ramadhan tahun depan lagi, Aminnn.

Alhamdulillah, kita berada di akhir ramadhan tepatnya di sepuluh hari terakhirnya. kali ini kita akan membahas tentang serba-serbi sepuluh hari terakhir bulan ramadhan mulai dari :

1. Amalan-amalan penting di 10 hari terakhir bulan ramadhan. 

2. keutamaan 10 hari terakhir bulan ramadhan. 

3. DLL. 

Tentunya dua pembahasan di atas adalah pembahasan yg harus kamu tahu biar tak ketinggalan ilmunya, baca sampai habis yaa.

Baca juga: indahnya ikatan saudara dalam islam.

Amalan-amalan penting di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan

Berikut adalah amalan-amalan yg wajib kamu amalkan di sepuluh hari terakhir ini agar sepuluh hari terakhir ini menjadi berkualitas : 

A. Lebih memperbanyak tilwah Qur'an

Ummul mukminin Aisyah radhiyallahu 'anhaa berkata; 

" Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan ramadhan) melebihi kesungguhan beribadah di selain (hari-hari) tersebut." (HR.Muslim)

Dari hadits di atas menunjukkan betapa nabi sangat bersemangat ibadah di hari-hari terakhir ramadhan salah satunya dlm hal memperbanyak tilawah qur'an. Bahkan para sahabat beliau dan para tabi'in ada yg tidak melakukan kegiatan bertransaksi di hari-hari terakhir ramadhan ini dan hanya fokus beribadah. Bukan kek kita yg justru malah sibuk sana sini belanja hari raya menjelang idul fithri hingga bahkan shalat tarawih pun dilupakan.

B. Lebih memperbanyak sedekah

memperbanyak sedekah juga merupakan amalan yg sangat nabi semangati jika sudah berada sepuluh hari terakhir ramadhan. Bahkan sebagian para sahabat berkata bahwa nabi sangat dermawan di hari-hari biasa dan lebih sangat dermawan lagi apabila sdh di sepuluh hari terakhir ramadhan. Demikian juga dgn para sahabat mereka berlomba-lomba memperbanyak siapa yg paling banyak sedekahnya. 

C. Lebih mempenyak do'a

Alasan simple kenapa dianjurkan lebih memperbanyak doa di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan adalah karena waktu di hari-hari itu merupakan salah satu waktu dikabulkannya doa dan juga karena ada malam kemuliaannya di dalamnya (Lailatul qadr). Coba bayangkan kalau misalnya kita berdoa disebuah malam yg ternyata itu adalah malam lailatul qadr. Itu sama saja seperti kamu berdoa selama 1000 bulan (80 tahun lebih), dan tentunya berdoa selama itu bukan mustahil allah pasti mengabulkan doamu.

D. Mengaktifkan malam sepuluh hari terakhir dgn shalat malam (Qiyamul lail) 

Tak diragukan lagi bahwa mengaktifkan malam sepuluh hari terakhir dgn shalat malam adalah hal yg sangat diutamakan. Selain itu kita juga bisa memanfaatkannya dgn berdoa, baca quran. Entah shalat malam itu dilakukan di masjid maupun dirumah.

Aisyah Radhiyallahu anhaa berkata : " Apabila memasuki sepuluh hari malam terakhir bulan ramadhan, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, dan mempersiapkan dirinya untuk ibadah." (HR. Bukhari) 

Dan juga dari Aisyah Radhiyallahu anhaa, ia berkata : "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidaklah beribadah di malam hari pada sepuluh malam terakhir bulan ramadhan kecuali dgn shalat". (HR. Bukhari).

E. I'tikaf

I'tikaf berarti berdiam diri di masjid dlm rangka beribadah kepada allah Subhanahu wata'ala dan tidak keluar dari masjid kecuali untuk memenuhi hajat. I'tikaf bisa dilakukan kapan saja namun lebih ditekankan lagi ketika sepuluh hari terakhir bulan ramadhan. 

Abu hurairah Radhiyallahu anhu berkata : "Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melaksanakan i'tikaf di sepuluh hari terakhir ramadhan, kemudian setelah beliau wafat para sahabatpun melanjutkan kebiasaan i'tikaf tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim) 

Keutamaan sepuluh hari terakhir ramadhan

Keutamaan sepuluh hari terakhir ramadhan sangatlah agung namun tujuan dibalik adanya keutamaan adalah untuk mendorong seseorang lebih giat dan semangat dlm menjalankan sebuah amalan salah satunya adalah keutamaan sepuluh hari terakhir ramadhan. 

Keutamaan sepuluh hari terakhir ramadhan adalah : 

A.  Adanya malam Qadr (lailatul qadr)

Lailatul qadr adalah malam dimana allah menciptakan langit dan bumi, menentukan takdir alam semesta untuk satu tahun kedepan. Malam dimana allah beserta para malaikatnya turun kelangit dunia, malam yg dimana jika seorang hamba beribadah kepada allah maka ia sama saja beribadah selama 1000 bulan (83 tahun). Ini merupakan satu keutamaan agung dari sepuluh hari terakhir ramadhan, bagaimana tidak saking agungnya lailatul qadr ini allah sampai membuatkn satu surat khusus tentangnya (Surat Al-Qadr).

Itulah satu dari sekian banyak keutamaan sepuluh hari terakhir ramadhan yg tentunya ini merupakan keagungan terbesar bagi bulan ramadhan yg tak akan di bulan-bulan lainnya.


Kesimpulan :

Kesimpulan yg bisa diambil dari sini adalah apakah kita berkemauan kuat untuk memanfaatkan betul-betul sepuluh hari yg tersisa ini dgn aktifitas ibadah dan menyibukkan diri dgn mendekatkan diri kepada allah, ataukah kita akan mengabaikan hari-hari terakhir ini dgn kesibukan diluar ibadah dan justru kembali jauh dari aktifitas ibadah setelah sebelumnya bersemangat di awal-awal ramadhan.

Semoga setelah ramadhan ini berakhir kita masih diberikan semangat oleh allah untuk melanjutkan aktifitas ibadah ini sebagaimana saat ramadhan datang. tidak lagi bermalas-malasan, dan lalai karena tujuan dari adanya puasa ramadhan adalah untuk menciptakan pribadi yg bertaqwa (La'allakum tattaquun). Aminn 

Sekian apa yg bisa saya sampaikan wallahu a'lam bish showaab. Syukroon jaziilan, jazaakumullahu khoiron katsiran. 

___________________________________________________________________________________






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penjelasan Tentang Hadits Niat : Sesungguhnya Setiap Amalan itu Tergantung pada Niatnya

Alhamdulillah, sholawat serta salam semoga selalu tersampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dan juga kepada keluarga beliau, para sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in dan kepada orang-orang yg mengikuti beliau hingga hari akhir kelak. Aminn. pada kali ini penulis akan mensyarah (menjelaskan) beberapa hal terkait hadits niat ini, semoga penulis di berikan keikhlasan dalam risalah ini dan berfaidah karenanya. Aminn Al-hadits عَنْ أَمِيرِ المُؤمِنينَ أَبي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضيَ اللهُ تعالى عنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله تعالى عليه وعلى آله وسلم يَقُولُ: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوله فَهِجْرَتُهُ إلى اللهِ وَرَسُوله، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَو امْرأَة يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلى مَا هَاجَرَ إِلَيْه "Dari Amirul Mu'minin Abu Hafs Umar Ibn ...

Faidah Arbain Pertama: Implikasi Mendalam Hadits 'Setiap Amalan Tergantung pada Niatnya'

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907 Faidah hadits 1. Seseorang akan menerima balasan amalnya sesuai dgn apa yg ia niatkan, jika niatnya ikhlas maka allah akan membalasnya dgn pahala dan jika niatnya tdk utk allah dan rasulnya maka ia tak mendapatkan apa-ap...

Solidaritas dan Keindahan Ikatan Saudara dalam Islam: Sebuah Eksplorasi Mendalam

Indahnya ikatan saudara dalam Islam, hal ini telah lama di contohkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya bagaimana mereka merajut ikatan persaudaraan ini dgn begitu apik dan eloknya, kemudian merawatnya agar tetap terjalin, tak kan putus. Begitu banyak hadits berupa praktek dan perkataan dari Rasulullah mengenai persaudaraan ini yg kemudian di jadikan contoh panutan oleh para sahabat dan ummatnya. Rasulullah memberikan contoh terbaik dalam hal ini 1. Sahabat Abdullah bin Umar radliyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ القِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ القِيَامَةِ Seorang muslim adalah saudara bagi  muslim lainnya. Janganlah mendzalimi dan menyerahkannya (kepada musuh). Baran...